Iklan Eksternal - Advertisement place |
| | | |
Sementara faktanya, jurnal ilmiah terakreditasi itu “terbatas”. Terbatas jumlahnya dan terbatas pula periode penerbitannya. Karena kelangkaannya ini, maka otomatis terjadi “persaingan” antar “karya”, dalam rangka memperoleh kesempatan layak “tayang/muat”. Salah-salah, karena saking langkanya, pengelola jurnal terakreditasi ini menjadi memiliki “posisi tawar”, di hadapan “konsumen”nya. Sehingga, bukan hal yang tidak mungkin, mereka kemudian berani menetapkan “charge” tertentu, berupa sejumlah rupiah sebagai imbalan, apabila karya ilmiah seseorang ingin segera “tayang”, dimuat dalam suatu peride penerbitan tertentu.
Bagi para dosen, dipublikasikannya sebuah karya penelitian pada jurnal ilmiah adalah sesuatu yang sangat besar nilainya, apalagi hal itu merupakan syarat mutlak pula untuk pengurusan kenaikan pangkat. Kenaikan pangkat kini sedang banyak diburu, sebab “ada janji” tunjangan sertifikasi dosen. Maka makin kuatlah “bargaining power” mereka, para pengelola jurnal ilmiah terakreditasi.
Itu hanyalah sekelumit contoh pampangan cerita di balik melimpahnya cerita orang-orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan tinggi. Diluar itu, tentu saja masih banyak lagi.
Seorang kawan bertanya, “kamu tak ikut mendaftar?” Aku jawab, “tidak”. Dia bertanya lagi, “mengapa? kan itu penting untuk masa depan, apalagi sekarang sedang giat-giatnya “sertifikasi”, lumayan kan dapat tunjangan?”
Aku tak menyalahkan pemikiran kawanku itu, akupun sudah dan sedang menempuh program doktor yang karena begitu mahalnya SPP dan “tetek bengek” yang tak habis-habis harus kusiapkan, maka sekarang masih tertunda “penyelesaiannya”.
Aku sempat mengadakan sebuah perenungan tentang keputusan-keputusan yang pernah kuambil di waktu yang lalu. Anakku sempat bertanya ketika dia kecil “kok nggak pinter-pinter sih ma?, kok udah jadi mama masih sekolah aja terus?”
Pikiranku mendarat pada sebuah situasi. Bayangkan 160 SKS waktu itu, harus kuselesaikan dalam kurun waktu empat setengah tahun, ditutup dengan ujian atas sebuah karya penelitian ilmiah yang dinamakan “skripsi”. Kemudian, 45 SKS harus aku tempuh dalam kurun waktu dua tahun di pascasarjana, ditutup dengan sebuah karya penelitian ilmiah yang disebut dengan “tesis”. Aku berjalan hilir mudik dari satu perpustakaan ke perpustakaan lain, dimana di dalamnya terdapat ratusan bahkan ribuan judul penelitian yang katanya “ilmiah”. Aku menemukan berbagai metode dan teknik analisis yang digunakan, dari teknik yang paling mudah hingga teknik-teknik yang karena saking canggih dan “njlimetnya”, belum mampu kupahami. Aku masih saja tak paham, dimana sebenarnya letak efektivitas implementasinya dalam sebuah kehidupan di Indonesia yang “riuh” ini.
Berbagai uji reliabilitas dan validitas pun dilakukan, hingga pada akhir risetnya dikatakan sebagai “reliabel dan valid”. Berbagai judul, analisis pengaruh ini terhadap itu, analisis faktor ini dan pengaruhnya terhadap itu, diuji sedemikian rupa dan disidangkan di depan “sidang terhormat”, yang semuanya terdiri dari “orang yang terpelajar”.
Aku menjadi bertanya-tanya jangan-jangan ada yang salah. Sebab, kabar terakhir (6 maret 2010) dari website resmi Menkokesra (http://www.menkokesra.go.id), Muhaimin Iskandar, dalam tajuk Menakertrans, mengatakan bahwa ada 12 Juta Sarjana Menganggur saat ini. Hingga kini terdapat hampir 12 juta lulusan perguruan tinggi tingkat S1 menganggur atau tidak memiliki pekerjaan. Hal itu disebabkan orientasi pengembangan pendidikan nasional yang tidak sejalan dengan perkembangan ketenagakerjaan Indonesia. Lantas, apakah makna ribuan judul riset yang ber ‘label’, “reliabel” dan “valid” itu?
Saya percaya bahwa Allah menjanjikan derajad yang mulia dan lebih tinggi bagi orang-orang yang “berilmu”, tetapi saya belum lagi percaya (kini, entah kalau nanti) bahwa yang disebut “ilmu” itu, harus ditempuh dalam sebuah gedung yang namanya “sekolahan”. Ilmu tak harus ditempuh di dalam gedung yang namanya “sekolahan”. Apalagi sekarang, ilmu dapat diperoleh melalui “internet”, lebih efisien, lebih murah, lebih luas dan tidak mahal.
Ratusan SKS telah ditempuh oleh para sarjana dalam kurun waktu 4 tahun, dan jumlah biaya yang dikeluarkanpun tak sedikit dan tak murah. Minimal, ada sejumlah 50 mata kuliah yang “harus” ditempuh belum termasuk skripsi, untuk memperoleh gelar sarjana, sementara kita tahu dan kita merasakan, hanya berapa SKS sih dan berapa jumlah mata kuliah yang relevan dengan apa-apa yang kita kerjakan sekarang?
Setelah lulus, mereka, sejumlah dua belas juta yang telah mendapatkan gelar sarjana itu ternyata, menjadi “hanya bergelar” saja, dan sekarang “menganggur”, belum mendapatkan pekerjaan. Sangat menyedihkan. Salah siapakah ini? Aku sedang merenungkannya. Yang jelas, aku lantunkan “istighfar” karena aku telah ikut andil di dalamnya.
Itulah sebabnya sekarang aku sedang mempertanyakan sesuatu, apa iya bahwa “ilmu pengetahuan” itu harus ditempuh dalam bangunan sebuah sebuah gedung? apakah iya harus sebanyak itu SKS dan mata kuliah/mata pelajaran yang harus ditempuh?, apakah iya harus selama itu kurun waktu yang harus dilalui? dan apakah iya harus semahal itu?
Sebenarnya aku yakin dan percayai “tidak”, tapi aku tahu akan banyak yang tak sependapat denganku. Maka biarlah ini menjadi motivasi saja dalam diriku untuk berbuat hal-hal yang lebih berguna dan berdaya guna.
Penulis Aridha Prassetya
Media iklan Free Ads Hermawan.Net, merupakan sarana publik, gratis dan tanpa
daftar. Seluruh isi/materi iklan, diluar tanggung jawab manajemen Hermawan.Net Hati-hati terhadap iklan yang menyesatkan dan menjerumuskan.
Making 20K a month with an easy step by step instructions watch the videos, Take…
The free line ads below were designed to increase your website rank on search engine.… murah usaha kerja peluang bisnis internet jual bisnis online iklan baru uang duit internet dapat penghasilan dari gratis bisnis lowongan dan mudah online rumah rahasia investasi hanya tanpa yang dengan cari untuk modal cara anda mau pulsa
| Iklan SMS 7475 The Real Time Ads |
| Penyebaran Iklan via SMS 7475 Real Time serentak Langsung Display selamanya tanpa kadaluarsa. Selain tampil di halaman website ini secara otomatis iklan akan tersebar Ratusan website iklan ramah Search Engine jaringan SpyOnAd.com dan Jaringan Iklan Milik www.SebarMedia.com |
| Biaya Sebar Iklan: Rp. 2.000,-/SMS |
Koleksi Mesin Bisnis dan Usaha Anda
| Toko Aneka Mesin dan Alat Bisnis / Usaha Anda |
| Berpengalaman - Teruji - Garansi |
| " Produk mesin Maksindo bagus. Tidak ada kendala dalam mesin. Teknisi cukup detail dalam menjelaskan mesin, sehingga kami dapat memahami fungsi mesin". | |
| CV. MANAGEMEN OF LABUHAN BATU |
| Juice Dispenser 2 kran. READY STOCK. KLIK DISINI |
Daftar Lengkap Mesin, KLIK DISINI
| |
Saudara, terimakasih atas kunjungan Anda
TokoMesin.com adalah situs jual mesin yang dikelola oleh PT. Toko Mesin Maksindo. Dengan situs ini, kami berupaya untuk memudahkan Anda mendapatkan aneka mesin untuk keperluan bisnis / usaha Anda. Maksino adalah perusahaan supplyer mesin yang telah berpengalaman selama bertahun-tahun melayani customer dari Sabang sampai Merauke, bahkan beberapa negara lain
Peluang Usaha Anda Bersama Kami
Moto kami adalah "Menciptakan Peluang Usaha Baru". Moto ini mendorong kami untuk selalu berinovasi untuk menciptakan peluang usaha baru dan mengembangkan usaha Anda saat ini yang sudah eksis, dengan menyediakan mesin-mesin usaha yang Anda butuhkan. Keinginan kuat kami adalah menjadi mitra bagi kesuksesan usaha Anda. Dan kami bertekad bahwa keberadaan kami akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi kesuksesan Anda
Kami memproduksi dan jual aneka alat dan mesin, seperti alat / peralatan dan mesin pertanian, mesin pengolahan hasil pertanian, mesin produksi, mesin industri, mesin pabrik, mesin penggoreng hampa / vacuum frying untuk membuat keripik buah, mesin pengemas / packing / packaging, mesin untuk membuat minyak VCO (virgin coconut oil), mesin untuk membuat es krim (ice cream machine), mesin evaporator vakum, mesin pembuat sari buah, mesin pengering / dryer, vacuum packaging, dll.
Anda bisa langsung order mesin melalui situs ini atau melalui kantor kami. Staff kami akan dengan senang hati melayani Anda dan memberikan solusi atas setiap masalah yang Anda hadapi
Anda bisa mendapatkan banyak peluang bisnis dan peluang usaha di website ini. Silahkan jelajahi website toko mesin ini, dan dapatkan aneka peluang bisnis dan peluang usaha menarik. Kami juga memberikan ulasan beberapa bisnis menarik, silahkan daftar di form 'ulasan mesin' yang sudah kami sediakan
Berpengalaman, Teruji dan Bergaransi
Maksindo selama beberapa tahun terakhir ini telah melayani ribuan customer di seluruh penjuru Nusantara dan manca negara. Pengalaman kami ini menjadi modal utama untuk melayani Anda lebih baik dari-hari ke hari
Maksindo hanya menyediakan mesin-mesin yang sudah teruji. Maksindo tidak menyediakan mesin-mesin yang belum teruji. Maksindo sangat memperhatikan hal ini, karena kami sangat menghargai investasi Anda untuk mesin tersebut
Semua mesin dari Maksindo ada garansinya. Dengan garansi ini investasi pembelian Anda akan aman sesuai dengan peruntukannya.
Kami sangat terbiasa mengirim mesin ke luar kota, luar pulau dan negara lain. Jarak bukan masalah bagi kami, karena kami bisa mengirimkan mesin dimanapun Anda berada. Sebagai bukti, Anda bisa melihat daftar pelanggan kami dari berbagai kota dan negara, KLIK DISINI
Kami sangat berpengalaman melayani pemesanan barang untuk tender pengadaan barang dan menjadi mitra tender para pemenang tender. Kami terbiasa dengan deadline jadwal pembuatan mesin. Pengalaman kami akan sangat membantu Anda dalam banyak hal. Silahkan klik disini detailnya